Ini Penghuni Jembatan Cikempar Mundu yang Terkenal Angker - cirebon.co

Breaking

Saturday, 17 October 2020

Ini Penghuni Jembatan Cikempar Mundu yang Terkenal Angker


Cirebon : Jembatan Cikempar di Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, cukup dikenal, terutama oleh warga Cirebon Timur.


Lokasi yang berada disekitar Jembatan yang menjadi penanda perbatasan Desa Citemu dan Desa Bandengan ini, sering sekali terjadi kecelakaan lalu lintas. Apalagi, jembatan Cikempar berada di jalur utama Pantura Cirebon.

Menurut Warna (60) warga Desa Citemu, nama Cikempar sendiri, diambil dari nama pemakaman yang berada disekitar jembatan tersebut.

"Nama Cikempar itu, diambil dari nama pemakaman," kata Warna, Sabtu 17 Oktober 2020.

Mengenai banyaknya kecelakaan yang terjadi disekitar jembatan Cikempar, Warna membenarkannya. Bahkan Warna mengatakan,  jumlah kecelakaan yang terjadi disekitar jembatan tersebut sudah tidak terhitung jumlahnya.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi dilokasi tersebut, membuat banyak warga yang mengaitkan dengan adanya penunggu gaib di Jembatan Cikempar.

Warna mengungkapkan, terkait penunggu di Jembatan Cikempar, memang sudah sangat masyhur dikalangan warga Desa Citemu. Warga sekitar menjuluki penunggu jembatan tersebut, dengan sebutan Rangda Kuning.

"Sejak saya kecil juga sudah terkenal. Kalau penunggu jembatan tersebut yaitu Rangda Kuning," kata Warna.

Warna sendiri tidak bisa menjelaskan sejarah Rangda Kuning. Karena menurut Warna, informasi tentang Rangda Kuning, didapatkan dari cerita orang tua secara turun temurun.

Hal serupa juga disampaikan Edi (60), nelayan asal Desa Citemu ini juga, sudah lama mendengar adanya penunggu gaib di jembatan tersebut.

"Sejak saya kecil, sudah banyak cerita tentang penunggu jembatan tersebut," kata Edi.

Namun nama yang disebut oleh Edi, berbeda dengan apa yang disebut oleh Warna. Karena menurut Edi, penunggu Jembatan Cikempar dijuluki Selendang Kuning.

Walaupun begitu, Edi mengatakan, bahwa Rangda Kuning maupun selendang kuning, merupakan mahluk yang sama, hanya saja penyebutan yang berbeda.

"Selendang Kuning dan Rangda Kuning sama saja," kata Edi.


No comments:

Post a comment