Warteg Ini Selamat dari Kebakaran, Ini alasannya - cirebon.co

Breaking

Thursday, 25 August 2022

Warteg Ini Selamat dari Kebakaran, Ini alasannya


Jakarta : Ratusan rumah di Jalan Simprug Golf 2 Kebayoran Lama Jakarta Selatan, terbakar hebat pada Minggu 21 Agustus 2022. Namun ajaibnya, ada satu bangunan yang utuh dan seperti tidak terdampak, yaitu Warung Makan Brebes.


Warung makan tersebut terlihat utuh. Padahal, bangunan yang berada disamping kanan dan kirinya, sudah hangus terbakar api.

Warga sekitar, menyebut warung tersebut sebagai warung barokah. Hal tersebut dikarenakan warunh ini, sering memberikan makan gratis bagi warga kurang mampu pada hari jumat.

Informasi mengenai "saktinya" bangunan ini viral di media sosial. Tidak sedikir warga juga yang merekam dalam bentuk video ataupun foto, untuk menunjukkan keanehan dalam peristiwa tersebut.

Saeni, salah satu penjaga warung membenarkan tentang rutinitas sodakoh makan gratis yang diberikan oleh pemilik warteg.

Menurutnya, setiap jumat, pemilik warteg memberikan makanan gratis untuk anak yatim dan jamaah masjid yang ada disekitar warungnya.

"Iya, sedekah untuk anak yatim dan jamaah masjid pamulang," kata Saeni.

Ia juga tidak tahu secara pasti, apa yang membuat tempat kerjanya itu, bisa selamat dari kobaran api yang begitu besar.

Saat itu ujar Saeni, dirinya hanya fokus untuk menyelamatkan diri dan beberapa barang yang bisa diselamatkan. Saat kejadian, diriny mengaku sedan melayani pelanggan warteg.

"Tiba-tiba banyak asap, saya langsung keluar. Hanya sempat mengeluarkan beras sama kulkas saja," ujarnya

Kebakaran di Jalan Simprug cukup besar. Pemadak Kebaran dari Jakarta Selatan, harus mengerahkan sebanyak 21 armadanya, dengan menerjunkan sebanyak 92 personil pemadam..

Peristiwa tersebut juga, membuat ratusan warga mengungsi, dan satu warga meninggal dunia akibat kelelahan. Diduga, kebakaran karena adanya korsleting listrik disalah satu rumah warga.

Petuga Damkar menyebutkan, area yang terbakar dalam peristiwa tersebut mencapai dua hektare dan membuat kerugian sekitar Rp 5 milyar