Ratusan Hektare Tambak Garam di Cirebon Gagal Panen, Ini Penyebabnya - cirebon.co

Breaking

Saturday, 27 August 2022

Ratusan Hektare Tambak Garam di Cirebon Gagal Panen, Ini Penyebabnya


Cirebon : Ratusan hektare tambak garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon gagal panen. Hal tersebut akibat dampak banjir rob yang kerap terjadi.


Ismail Marzuki (35), salah satu petani garam mengatakan, bahwa jumlah tambak garam yang tidak bisa dipanen cukup besar.  Karena mayoritas tambak garam milik warga, terendam banjir rob.

"Harusnya, bulan agustus ini panen raya garam," kata Ismail, Kamis 25 Agustus 2022.

Harapan para petani garam tersebut sirna, karena banjir rob kerap merendam tambak garam mereka. Ismail menyebut, kondisi ini sudah terjadi selama tiga tahun lamanya.

Namun menurut Ismail, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau tahun ini, merupakan kondisi terparah yang dialami oleh para petani garam.

Sejak tahun 2020, garam yang bisa ia panen, terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dengan memiliki lahan seluas 7.500 meter persegi, Ismail bisa memanen garam sebanyak 7 ton, pada tahun 2020 lalu.

"Sedangkan pada tahun 2021 hanya bisa menghasilkan 5 ton. Sedangkan tahun ini, tidak bisa menghasilkan sama sekali," katanya.

Padahal ujar Ismail, pada tahun 2019, dengan menggunakan lahan yang sama, Ismail bisa menghasilkan garam sebanyak 85 ton.

Keluhan juga disampaikan petani garam lainnya yaitu Tohari. Bahkan, Tohari memilih untuk meninggalkan tambak garamnya, karena sudah beberapa kali gagal panen.

Menurut Tohari, dirinya sudah berupaya untuk bisa sampai memanen garam. Ia juga mengaku sudah membuat tanggul penahan banjir rob, namun tetap saja bisa diterjang banjir.

"Daripada buang waktu, biaya dan tenaga, saya milih tidak melanjutkan," kata Tohari.