Jadi Korban Penipuan Umroh, Warga Japura Dilarikan ke Rumah Sakit - cirebon.co

Breaking

Wednesday, 25 April 2018

Jadi Korban Penipuan Umroh, Warga Japura Dilarikan ke Rumah Sakit

CIREBON.CO : Saadah (62 ) warga Desa Japura Bakti Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, terlihat lemah. Ia sekarang sedang mendapatkan perawatan, di Rumah Sakit Universitas Muhamadiyah Cirebon. Saadah, diindikasikan mengalami serangan jantung oleh dokter.

Saadah mengalami shock dan berakibat serangan jantung, setelah dia menjadi salah satu korban penipuan umroh. Keinginan Saadah untuk pergi menuju baitullah sungguh kuat. Sehingga ia rela mengumpulkan pundi-pundi uang, demi berangkat umroh yang dijanjikan oleh BMT Sonar Mandiri Syariah.

Untuk bisa melunasi biaya umrohnya, Saadah mulai menabung dari tahun 2014 hingga 2016 dari sisa pendapatannya sebagai buruh serabutan. Pundi-pundi tabungannya tersebut, akhirnya bisa memenuhi jumlah yang ditentukan oleh BMT Sonar, yaitu Rp 15juta.

"Awalnya dijanjikan akhir Desember 2016, namun akhirnya diundur menjadi pertengahan tahun 2017," ujar Saadah di Cirebon, Sabtu 21 April 2018.

Pertengahan 2017, Saadah kembali menagih janji kepada pihak BMT Sonar. Namun Saadah dibuat terperanjat, saat pihak BMT meminta Saadah menambah biaya pembayaran sebesar Rp 10juta, jika ingin diberangkatkan. 

Karena keinginannya untuk berangkat umroh yang sangat besar. Saadah  kembali melunasi pembayaran tersebut dengan segala upaya yang dimilikinya. Namun ternyata, janji BMT Sonar, belum juga direalisasikan hingga sekarang. 

"Saya sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp 27 juta," kata Saadah lirih.

Keponakan Saadah, Yoyon Syukron, mengaku prihatin dengan kondisi Saadah. Menurutnya, pada 3 April lalu, uwaknya tersebut datang ke kediamannya dan menceritakan problem yang sedang dihadapinya itu. Ia mengaku miris, disaat seseorang dengan susah payah untuk beribadah dan melakukan hal yang mulia, malah dimanfaatkan dan menjadi korban penipuan.

"Uwak saya nangis, karena keinginan untuk berangkat umroh, malah bermasalah," kata Yoyon.

Yoyon mengungkapkan, Kantor BMT Sonar Mandiri Syariah, selalu berpindah-pindah. Sebelumnya berkantor di Desa Japura  Lor Kecamatan Pangenan, kemudian pindah ke Kecamatan Lemahabang.

" Saat ini, BMT tersebut berkantor di Gunungsari Trade Center (GTC) Cirebon," kata Yoyon.

Sejak kemarin, Saadah terpaksa dirujuk ke RS UMC Cirebon, karena kondisi kesehatannya menurun. Dokter mendiagnosa  Saadah mengalami serangan jantung. Yoyon juga mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Polres Cirebon pada 16 April lalu.

"Saya minta untuk BMT Sonar segera bertanggungjawab," kata Yoyon.

No comments:

Post a comment